Apa kabar, sayang? Semoga kamu tetap baik. Kau tahu, apa yang ingin aku tulis? Itu tentangmu. Aku menulis ini dalam keadaan penuh rindu yang mengharu biru pada rongga dadaku dan seluruh aliran darah dalam nadiku itu semua tentangmu.
Kamu, nakal. Setiap waktu dalam masa depanku, itu segalanya tentangmu. Kamu pandai membuatku dihantui oleh rindu. Aku susah tidur. Penyebabnya kamu. Kita selalu berkelahi dengan jarak. Kita selalu berkelahi dengan waktu.
Bertemu denganmu adalah cara terbaik memeluk rindu di dadamu. Aku menyukainya. Aku mencintainya. Aku betah berada dalam pelukanmu lama-lama. Aku betah, menatap matamu penuh irama.
Hal terindah adalah tetap berjalan berdua denganmu. Membeli tanggal merahmu, menyita kesibukanmu agar tubuhmu tetap di sampingku. Aku wanita egois, sebab aku mencintaimu. Aku tahu tentang kesibukanmu, namun aku membeli tanggal merahmu.
Alasanku; aku rindu. Hanya itu, sayang. Aku menggila dan hampir mati sekarat karena sesak. Kamu harus tahu itu. Kamu harus paham itu.