Nyatanya, tak semua yang ingin kita miliki akan menjadi milik kita pada akhirnya. Perasaan akan cepat sekali berubah pada waktunya. Seperti perasaanmu padaku. Tak akan pernah bisa sama seperti dahulu. Kau sudah jauh menemukan rumah terlebih dahulu setelah usainya kita. Aku mengamatimu dari kejauhan. Aku dan kamu telah berjalan sendiri-sendiri untuk saling memunggungi.
Aku masih bersikeras memeluk tubuhku erat-erat. Merengkuhnya dengan gagah dan berani. Agar tidak jatuh lagi. Mengusahakan hatiku tetap baik-baik saja adalah bukan suatu kemudahan. Membiarkanmu berjalan pergipun sudah menjadi keharusan.
Aku tak akan memohon kepadamu untuk kembali. Kau, kubiarkan pergi dan berlari sesuka hatimu menyakiti. Itu hakmu bukan? Aku yang tak berhak atas kehidupanmu kemudian.
Jangan tanyakan bagaimana parahnya lukaku? Aku yang akan berusaha menyembuhkannya sendiri. Tak usah kau berpura-pura peduli. Sebab luka dan dukaku ialah Kau sendiri.
Yang sudah ditakdirkan pergi, akan pergi kemudian. Yang akhirnya hilangpun akan lenyap ditengah perjalanan.
Aku tak akan memohon kepadamu untuk kembali. Kau, kubiarkan pergi dan berlari sesuka hatimu menyakiti. Itu hakmu bukan? Aku yang tak berhak atas kehidupanmu kemudian.
Jangan tanyakan bagaimana parahnya lukaku? Aku yang akan berusaha menyembuhkannya sendiri. Tak usah kau berpura-pura peduli. Sebab luka dan dukaku ialah Kau sendiri.
Yang sudah ditakdirkan pergi, akan pergi kemudian. Yang akhirnya hilangpun akan lenyap ditengah perjalanan.

