Ruang Tumbuh
Kepergianmu butuh aku rayakan, agar aku paham tentang arti sebuah kepergian.
Rabu, 22 April 2026
Banyak Hilangnya
Kebun Bunga
Minggu, 26 November 2023
Menyapamu, Setelah Sekian Lama.
Hai....
Terdengar klise, bukan?
Ini adalah kali pertama aku kembali menyapamu setelah sekian lama.
Setelah perpisahan yang begitu menyakitkan, tapi itu dulu. Sudah sangat jauh di belakang. Ini adalah kali pertama aku berani menyapamu lagi. Setelah semuanya selesai. Kita telah sama-sama melalui hal-hal yang panjang. Aku dengan diriku, dan kamu dengan duniamu yang baru.
Aku datang bukan untuk membicarakan diriku, dan juga bukan untuk membicarakan dirimu.
Aku senang pada diriku yang sudah berusaha sekeras yang aku bisa. Aku mulai bisa menerima kekalahan, rasa kecewa, rasa sedih, rasa marah dan mengalahkan egoku sendiri. Pelan-pelan, aku belajar berdamai dengan banyak hal.
Nggak apa-apa!
Jumat, 21 Januari 2022
Takut Berjalan Sendirian
Capek, ya?
Iya, capek banget. Rasanya ingin sesekali menyerah. Rasanya ingin berhenti tiba-tiba di tengah jalan. Kok tiba-tiba jadi pesimis gini (hehehehe). Rasanya capek, aja. Di dunia yang aku jelajahi selama ini ternyata begitu menakutkan dan akhir-akhir ini terasa mencekam; menakutkan!Rasanya ingin melarikan diri ke Mars. Boleh nggak, sih? halah....ngaco!!! kan, lagi-lagi ditampar oleh kenyataan. Hidup butuh banyak tarikan napas yang dalam, panjang, dan tenang. Melelahkan.......
Sabtu, 20 Oktober 2018
Mataku adalah Matamu Juga
Sabtu, 18 Agustus 2018
Luka, Dukaku ialah Kau Sendiri
Aku tak akan memohon kepadamu untuk kembali. Kau, kubiarkan pergi dan berlari sesuka hatimu menyakiti. Itu hakmu bukan? Aku yang tak berhak atas kehidupanmu kemudian.
Jangan tanyakan bagaimana parahnya lukaku? Aku yang akan berusaha menyembuhkannya sendiri. Tak usah kau berpura-pura peduli. Sebab luka dan dukaku ialah Kau sendiri.
Yang sudah ditakdirkan pergi, akan pergi kemudian. Yang akhirnya hilangpun akan lenyap ditengah perjalanan.
Minggu, 12 Agustus 2018
Merengkuh Lukaku Sendiri
Semestaku, kini aku melepaskan ia yang memang Tuhan takdirkan bukan untukku. Melupakannya seiring waktu. Lalu, belajar menerima sebagaimana diriku. Ia bukan seseorang yang kubanggakan lagi. Ia bukan seseorang yang menemani segala resah dan menguatkanku.
Lengannya, sudah milik oranglain. Sudah, kini saatnya aku berlalu.
Senin, 28 Mei 2018
Setelah Pergimu, Aku Ingin.
Selasa, 22 Mei 2018
Kau Tampak Biasa
Sabtu, 28 April 2018
Jangan Datang Lagi Untuk Mengingatkan Luka
Perjalanan panjang yang melibatkan hati itu seketika berakhir dengan begitu saja. Kitapun memilih tidak bertegur sapa waktu itu. Aku menjalani hari-hari senduku sendiri. Melawan segala sakit yang terasa menderu di dalam hati.
Pagiku seketika hilang waktu itu. Ragamu yang tidak lagi bersamaku. Tanganmu yang seketika hilang dari genggamanku. Semua terasa mencengangkan. Ngilunya bukan main. Perlahan, aku mulai menyadari waktu. Waktu kita yang sudah berbeda. Kita mulai seperti langit dan bumi. Tidak satu alam lagi. Akupun belajar melepaskan dirimu seutuhnya.
Hingga akhirnya akupun terbiasa sendiri. Aku belajar bangkit sesusah tenaga. Hingga aku bisa merelakanmu, meski tidak seutuhnya. Aku sembuh dari sakit yang hampir berbulan-bulan menyekatku. Aku mulai keluar dari ruang sempit yang dihuni oleh dirimu.
Setelah semuanya hampir rasional, engkau justru datang lagi. Tuhan menuntunmu lagi. Perasaanku yang hancur dihari lalu, tidak pernah sama sekali engkau pertanyakan. Jangan memberikan napas yang nyatanya sudah tiada. Jangan memberikan waktu untuk semua rasa kita, yang sudah tidak sama. Masa lalu sudah cukup membunuhku. Jangan datang untuk melukai kembali. Kau dan aku cukup menyakitkan untuk dikenang.
Minggu, 05 November 2017
RUANG HAMPA
Banyak Hilangnya
Aku duduk sebentar di sebuah stasiun di Jakarta. Aku termenung untuk beberapa saat. Tubuhku enggan beranjak. Satu persatu kereta jurusan Jak...
-
Aku duduk sebentar di sebuah stasiun di Jakarta. Aku termenung untuk beberapa saat. Tubuhku enggan beranjak. Satu persatu kereta jurusan Jak...
-
Hai.... Rasanya sudah lama sekali aku tidak pulang ke rumah. Ini adalah tahun kesekian yang akhirnya aku memberanikan diri untuk duduk dan b...




