Rabu, 22 April 2026

Kebun Bunga

Hai....
Rasanya sudah lama sekali aku tidak pulang ke rumah. Ini adalah tahun kesekian yang akhirnya aku memberanikan diri untuk duduk dan berbincang-bincang. Setelah banyak hal yang aku lalui di hari-hari, minggu-minggu, bulan-bulan, dan tahun-tahun kemarin. Aku memutuskan untuk datang lagi.

sebentar, aku tarik napas yang dalam dulu. hehehe....
Di dadaku rasanya penuh sekali. Aku harus memulai dari mana dulu yaa??
Hmmm...
Di beberapa tahun kebelakangan aku melewati banyak hal. Ada hari di mana aku akan tertawa lepas, ada minggu-minggu yang kecewa, ada waktu dimana aku menahan sesak didada yang tak kunjung reda.

Luka butuh banyak waktu, ternyata.

Saat aku memutuskan untuk datang ke sini, harusnya aku sudah paham. Bahwa aku akan mengingat beberapa kenangan yang aku simpan diam-diam. Membuka beberapa bekas luka yang pelan-pelan pulih. Dan membuka beberapa sesak di dadaku yang hampir membuatku sekarat.

Ternyata, aku sudah berjalan sejauh ini. Mesti jalanku terasa pelan, tidak apa-apa. Semuanya hanya perlu waktu hingga semuanya terasa biasa saja. Dan aku bisa! Aku bisa pulih meski ada hari dimana aku tertatih-tatih.

Dibeberapa tahun kebelakang, segalanya memang terasa berat buat aku. Aku banyak kehilangan. Aku banyak merasa kecewa. Aku marah dengan diriku. Banyak ribuan pertanyaan "kenapa" yang tidak aku selesaikan jawabannya hingga hari ini. Ternyata jawabannya sederhana. Aku hanya butuh ruang untuk menerima dengan lapang dada, dengan rasa ikhlas yang seluas-luasnya.

Aku murung, aku marah, aku kecewa, bukan terhadap oranglain. Tapi terhadap diriku sendiri. Aku seringkali beranggapan kalau Tuhan tidak memihak aku di kehidupan yang hanya sekali ini. Ternyata aku salah besar. Justru, Tuhan punya skenarionya sendiri. Barangkali hal yang kita benci di hari lalu, adalah hal baik yang Tuhan rancang untuk aku di hari yang akan datang. 
Semua seperti kejutan, atau hadiah yang sedang Tuhan siapkan. 

Aku tahu, untuk iklas dan melapangkan segala hal yang menyakitkan itu tidak mudah. Akan ada banyak tangis di dalamnya.
Tapi percayalah, waktu punya jawabannya sendiri. Dan aku mulai pelan-pelan kembali tumbuh. Aku mulai pelan-pelan melapangkan hal-hal yang menyakitkan.

Rasa sedih, kecewa, dan tawa akan selalu ada dihari-hari yang akan datang. Tidak apa-apa, semua akan baik-baik saja pada akhirnya.










Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Banyak Hilangnya

Aku duduk sebentar di sebuah stasiun di Jakarta. Aku termenung untuk beberapa saat. Tubuhku enggan beranjak. Satu persatu kereta jurusan Jak...