Sudah empat pekan kita jauh. Bukan berpisah, kita hanya berjarak. Kota kita saja yang berbeda. Hati kita, tidak. Kita masih tetap tumbuh berdua. Luruh dalam setiap doa yang penuh semoga. Kita bahkan masih saling mengeja rasa yang penuh jeda, membacanya pelan-pelan dengan penuh saksama.
Bahkan wangimu terus singgah pada jingga, kita masih melukis sejarah pada gerimis-gerimis yang basah. Pada hari-hari yang mulai sedih dan resah. Kita masih saling berharap, agar kelak kita tetap menjadi lengkap.
Sepekan ini kita berubah beda. Entah hanya aku yang merasa, atau aku yang saja yang mulai rindu; kamu. Aku ingin sejenak menghilang, tanpamu. Bukan aku ingin menyerah. Aku hanya ingin menenangkan resah. Aku hanya ingin mengeja apa yang hatiku rasakan. Tentang kita tak lagi ada warna. Kita selalu berselisih pendapat. Aku ingin berlari sejenak, sembunyi pada ruang hatimu yang tak pernah kau tahu. Aku ingin kau yang mencariku. Aku ingin kau yang temukanku. Bukan aku yang menyerah dan pasrah di hadapanmu.
Aku ingin kita sama-sama mengingat. Tentang kita yang pernah menciptakan tawa. Tentang kita yang pernah menumbuhkan percaya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Banyak Hilangnya
Aku duduk sebentar di sebuah stasiun di Jakarta. Aku termenung untuk beberapa saat. Tubuhku enggan beranjak. Satu persatu kereta jurusan Jak...
-
Aku duduk sebentar di sebuah stasiun di Jakarta. Aku termenung untuk beberapa saat. Tubuhku enggan beranjak. Satu persatu kereta jurusan Jak...
-
Hai.... Rasanya sudah lama sekali aku tidak pulang ke rumah. Ini adalah tahun kesekian yang akhirnya aku memberanikan diri untuk duduk dan b...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar