Hari ini, aku memilih untuk berhenti dari hal-hal yang membuatku sia-sia. Dari hal-hal yang sudah dengan sekuat tenaga aku perjuangkan dan aku pertahankan dengan sedemikian cara. Aku memutuskan untuk pergi kembali tanpa mengganggu kamu lagi.
Aku akan sembunyikan rasa tentangmu. Menjalani dengan selapang dada dengan segenap usaha yang aku bisa. Di ubun-ubunku kau akan terus tertanam.Di dadaku kau akan tetap tumbuh menyakitkan. Menancap hingga membuatku tak karuan.
Hari ini aku memutuskan untuk berhenti. Berjalan di jalan yang bukan kita lagi. Sebab, hilangku atau tiadaku tak akan pernah kau cari lagi. Seberapa terlukanya aku pun kau tak pernah ingin tahu mengenai itu.
Duniamu bukan perihal aku. Cinta akan tumbuh dengan saling memafkan. Akan tumbuh dengan saling memperjuangkan dan memperbaiki. Cinta akan selalu mengubah tanpa harus aku meminta dirimu untuk berubah.
Jangan mencariku lagi ketika aku sudah hilang dari 5 cm pandangan matamu. Atau jangan menyapaku lagi jika pada ujungnya kau adalah bagian luka yang bermuara.
Aku akan berhenti untuk menunggumu, sebab kau telah jengah denganku.
Aku adalah baju, yang berkali-kali kau basahi lalu kau keringkan diteriknya matahari dan sendunya hujan. Ranting yang kau hempas dengan angin kencang. Patah. Jatuh. Lalu, menjadi kayu bakar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar