Minggu, 08 Maret 2015

Apa Yang Kamu Genggam Erat Tidak Selamanya Akan Menetap

Saat kamu benar-benar memutuskan untuk pergi, aku rasa aku telah benar-benar gila. Aku masih belum bisa sepenuhnya merelakan kamu untuk dia. Aku masih dalam kepiluan. Dadaku setiap hari menyesak.

Bahkan, kamu tidak peduli saat aku terpuruk seperti itu. Kamu justru pergi meninggalkan aku, menyakiti aku. Tanpa kamu sadar, bahwa yang kamu sakiti itu hati. Bukan boneka yang bebas dan puas kamu jadikan mainan.

Kamu pernah memanggilku sayang. Lalu kamu memberiku harapan. Aku seperti dijadikan seperti layangan, yang bebas kamu tarik ulur sepuasnya. Kamu tidak lagi melihat ke arahku. Tapi, kamu malah melihat kearahnya. Setelah aku benar-benar mencintaimu, lalu kamu pergi dengan percuma.

Awalnya, bagiku mungkin berat untuk melepaskan apa-apa yang telah aku genggam. Aku telah menggenggam hatimu dengan seerat mungkin. Tapi, setelah beberapa bulan aku lewati dengan kesedihan. Aku sadar, bahwa apa yang telah kita genggam, tidak selamanya akan kita genggam. Ia akan pergi meninggalkan. Dan tugas kita hanya melepaskan. Lalu berbahagia dengan kehidupan yang baru.

Seperti aku sekarang, sekarang aku sudah bahagia dengan kehidupan baruku. Meski tanpa lagi adanya kamu disisiku. Dan aku masih melayangkan doa-doa kebahagian di sepertiga malam untukmu dan juga untuk dia. Agar kamu dan dia bahagia. Begitu juga dengan aku, saat kamu tinggali dengan keadaan terluka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Banyak Hilangnya

Aku duduk sebentar di sebuah stasiun di Jakarta. Aku termenung untuk beberapa saat. Tubuhku enggan beranjak. Satu persatu kereta jurusan Jak...