Selasa, 24 Februari 2015

Saat Kita Sama-Sama Saling Sibuk

Hari ini aku tidak mau galau, atau bicara tentang cinta. Tetapi, kali ini aku akan mengenalkan tujuh sahabatku yang bisa di bilang jaim, kocak, norak, dan kampungan. Tapi mereka semua asyik. Dan aku menulis ini saat aku sedang rindu dengan mereka. Dimana kita semua sama-sama saling sibuk. Untuk kumpul bersama atau nongkrong saja sudah teramat susah. Waktu kita tidak lagi seperti dulu, pas masa-masa SMA.

Oke, aku bakal ngenalin mereka satu-satu. Pasti kalian pada penasaran gimana jaimnya sahabat aku yang kampungan. Bagi aku sendiri, sahabat tidak harus gaul atau apa lah. Yang terpenting jaim dan konyol. Karena dua faktor itu yang membuat aku selalu nyaman dan bahagia. Bahkan aku sering kali terhibur.

Yang Pertama :
Namanya sih, Santi Dahlia. Dia berasal dari kota kuda; Kuningan. Akrab di panggil ibu negara. Nama itu sendiri, aku juga tidak begitu paham dari mana asal mulanya. Yang terpenting unik. Bagi aku sendiri pastinya.
Ibu negara ini adalah salah satu dari kami bertuju yang jago banget ngelawak. Dia anaknya yang blak-blakan, suka jatuhin orang. Tapi dalam hal yang positif. Sekali tidak suka dia tidak memiliki toleran. Baik pastinya. Dan satu lagi, ibu negara ini tidak pelit. Suka memberi. Dia hobbi kentut sembarangan. Di situ keasyikan kita. Selalu terbuka dan apa adanya. Umurnya mungkin masih muda, tapi pemikiranya dewasa. Dan aku suka.
Dia juga menjadi pemenang LDR yang paling tabah dan sabar. Setianya tiada batas. Awett, romantis dan rukun selalu. Dia tidak seperti aku dan yang lainnya. Dimana aku sering gonta-ganti pasangan, dia tetep itu-itu aja. Dan dia curang, dia sudah di lamar duluan. Dan aku masih saja tertinggal. Hahaha. Tapi tidak masalah, yang terpenting bahagia. Dan aku rindu kamu ibu negara. *hug*

Yang Kedua:
Namanya Tari, akrab di panggil cablak. Dia dari Pekalongan punya. Atau lebih terkenal dengan sebutan kota batik. Anaknya yang selengehan, bergaya cowo, jago karate pastinya. Setiap jalan-jalan kemanapun, aku tidak merasa takut dengan dia. Dia menjadi pelindung kita.
Tapi dia lucu, dia penakut kucing yang imut. Setiap kali melihat hewan lucu satu itu, dia selalu saja heboh. Dan dia paling rame di antara kita bertuju. Tentunya setelah ibu negara.

Yang Ketiga:
Wanita satu ini bisa jadi paling feminim, paling tegas dari kita. Tetapi oh tetapi, dia sebetulnya cengeng. Namanya: Dian Irmawati. Akrab di panggil cunong. Dia berasal dari Kota Bahari Tegal. Dia ini unik, yang cunong itu pipinya. Atau bisa juga di bilang bakpao. Tapi aku lebih suka memanggilnya cunong. Lucu.

Yang Keempat:
Kalau ngomongin anak satu ini, semua pasti memasang muka masam. Di mana yang lain sudah sampai C dia masih di A. Hahaha. Dia ini tulalitnya tidak mempunyai toleran. Tulalitnya banget. Namanya juga paling panjang sendiri. Jangan di sebutin deh.! soalnya terlalu panjang. Namanya: Agustin Dyah Ayu Riahsari.
Paling serakah kan? Namanya lima orang dia pakai sendiri. Dia sama seperti Tari. Dari Pekalongan, Kota Batik.
Tulalit ini, bisa di bilang paling religius. Kemana-mana selalu pakai rok. Hijabnya tidak pernah ketinggalan. Maklum sudah istiqomah lahir batin. Kalau aku sendiri, ibu negara, Cablak, Tengging, Miss galau, masih setengah-setengah. Belum plus banget. Hahaha. Sedangkan tulalit sama cunong ini, sudah lahir batin.

Yang Kelima:
Dia ini, tidak sedih, tidak bahagia selalu saja galau. Namanya juga miss galau. Nama aslinya Royati. Dia berasal dari Kota Kuda, Kuningan. Orang sunda sama seperti ibu negara. Dia calon pengacara. Cantik. Dan dia paling fasion di antara kami bertuju. Dia juga bisa jadi paling muda. Paling manja. Kalau nungguin dia ngomong itu lama banget. Pelan banget ngomongnya. Tapi istimewa.

Yang Keenam:
Huummm....
Aku sedih jika harus bercerita sahabatku satu ini. Dia tidak lagi bersama kita. Kita berpisah dari lulus SMA. Dia lebih memilih perintah orang tuanya. Dia melanjutkan kuliah di kota Cirebon. Dimana aku dan yang lainya memutuskan untuk kuliah bersama pada satu kampus yang sama, dia malah memilih pisah. Dan aku sangat rindu dengan wanita satu ini. Dia memilih farmasi untuk di dalaminya.
Namanya Ikfa atau tengging. Wanita ini mengalami banyak perubahan. Tidak lagi seperti dulu, gayanya yang seperti preman sekarang justru alim dan cantik. Berhijab dan memakai rok. Yang cara bicaranya tidak tertata, sekarang lebih tertawa. Pokoknya dia berubah drastis. Tetapi aku tetap rindu denganya. Dan aku suka dengan perubahanya. 😃

Dan yang terakhir aku sendiri. Untuk pendapat biar teman-teman yang menilai. Tapi yang pasti orangnya baik, ramah dan cantik. *pede gilanya kumat* 😝

*****

Sejak kita semua sama-sama sibuk dengan dunia kita, kita jarang sekali bertemu atau jalan-jalan seperti dulu. Waktu kita terbagi. Dan aku rindu pada masa kita kumpul bersama, berbagi lelucon yang kadang sering kali garing, makan bersama di nasi padang, jalan-jalan ke mall bersama. Kita itu bisa di bilang seperti segerombolan anak TK. Kemana-mana selalu bertuju. Dan itu dulu. Sekarang kita sendiri-sendiri. Waktu cuti kerja kita kadang tidak sama. Setelah lulus SMA kita benar-benar di uji. Dari segi kekompakan dan kekeluargaan.

Kalian kangen gak sih masa-masa kita dulu yang selalu asyik.?
Aku rindu gays masa-masa itu. Kita yang sering tertawa lepas, kita yang jaim, kita yang selalu kampungan. Kita yang selalu heboh di kelas, kita yang paling rame. Aku kangen masa itu.

Kalian sadar tidak? Sebentar lagi mungkin kita akan menjadi mahasiswa, seperti Ikfa teman kita yang lebih dulu memutuskan meninggalkan tujuh sekawan. Kita akan benar-benar di sibukkan oleh perkuliahan. Kita akan mempunyai teman-teman baru. Lingkungan yang juga baru.

Aku jujur takut, kita tidak bisa sama-sama lagi. Kita lupa dengan siapa diri kita dulu. Sahabat yang lebih dari sahabat, keluarga yang lebih dari keluarga.

Semoga setelah nanti kita sama-sama sibuk, kita tidak lupa dengan siapa kita. Kita selalu bersama, konteks atau hubungan kita jangan sampai terputus gara-gara kita punya teman baru. Seperti kacang yang lupa pada kulitnya. Semoga kita bukan yang seperti itu. Justru kita akan selalu dekat. Kita harus mencari tempat makan yang asyik untuk kita nongkrong sepulang kuliah, tempat untuk berbagi cerita penat. Agar kita  selalu erat. Agar kita tidak selalu lupa. Semoga.

Semoga kalian mengerti tentang ini. Tentang aku yang rindu bersama kalian. Tentang aku yang takut kehilangan kalian. Mencari sahabat yang konyol seperti kalian itu susah. Aku sayang kalian gays. *hug*


I miss you😍

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Banyak Hilangnya

Aku duduk sebentar di sebuah stasiun di Jakarta. Aku termenung untuk beberapa saat. Tubuhku enggan beranjak. Satu persatu kereta jurusan Jak...