Jumat, 04 Desember 2015

Aku Takut Memulai


Aku tahu, resiko jatuh cinta ya, patah hati. Setelahnya akan ada fase di mana kita akan jatuh cinta kembali seperti sedia kala. Kita akan memulai bahagia-bahagia kembali. Meninggalkan sendu-sendu yang teduh dipelupuk mata. Memulai kisah dengan orang baru, lalu menyebutnya sebagai masa depan.
Akan tetapi, aku masih takut memulai. Entah perasaan takut kehilangan kembali, atau ketakutan tentang perihal patah hati. Goresan lukanya menyayat hati dalam-dalam. Hingga lukanya teramat mencekam. Aku takut untuk memulainya lagi. Membiarkan hatiku, untuk jatuh cinta kembali.
Andai tuhan mengizinkan, aku ingin mengintip siapakah hati terakhir yang ingin berlabuh denganku. Menitah masa depan bersama hingga tumbuh dewasa. Seseorang yang ingin menghabiskan segala lelah bersamaku. Bersama, berdua saja merawat rindu dan setia. Dan, lagi-lagi tuhan memintaku untuk tetap pada garis sabar. Penantian yang tabah, akan berbuah manis; kataNya.
Tapi tetap saja, aku takut untuk memulai. Bahkan, teramat takut. Aku mempercayai, tuhan menciptakan manusia dengan cinta. Cinta, akan menuntunnya pulang kepada garis takdir tuhan. Pelan-pelan belajar mengikhlaskan. Pelan-pelan menata hati. Menyembuhkan takut. Agar aku lekas bisa memulai hal baru yang kusebut kamu (masa depan).


Lismiati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Banyak Hilangnya

Aku duduk sebentar di sebuah stasiun di Jakarta. Aku termenung untuk beberapa saat. Tubuhku enggan beranjak. Satu persatu kereta jurusan Jak...